Besok Rabu,25 November 2015 adalah peringatan “Hari Guru
Nasional”. Mengutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru.
Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang
berbeda-beda bergantung pada negaranya. Misalnya:
Di Amerika Serikat: diperingati pada minggu pertama di
bulan Mei (Minggu Apresiasi Guru).
Di Argentina:
11 September, Hari peringatan wafatnya Domingo Faustino
Sarmiento, seorang pendidik dan politisi Argentina.
Di Brazil:
15 Oktober (sejak 1963), Pertama kali dirayakan tahun 1947 di São Paulo oleh
sejumlah guru dari sebuah sekolah kecil. Tanggal 15 Oktober disepakati sebagai
hari guru karena pada tanggal tersebut, Dom Pedro I menyetujui dekrit
penataan kembali sekolah dasar di Brazil.
Di Chili: 16
Oktober, Pada tahun 1974, tanggal 10 Desember disepakati sebagai hari guru
karena penyair Chili Gabriela Mistral menerima Penghargaan
Nobel pada 10 Desember 1945. Sejak tahun 1977, hari guru diubah menjadi tanggal 16 Oktober untuk
memperingati berdirinya Institut Guru Chili (Colegio de Profesores de Chile).
Di Meksiko:
15 Mei (sejak 1918)
Di Peru: 6 Juli
(sejak 1953), Pejuang kemerdekaan José de San Martín mendirikan sekolah umum untuk
laki-laki setelah José Bernardo de Tagle
meloloskan resolusi pendidikan pada 6 Juli 1822.
Di Filipina:
5 Oktober, Peringatan hari guru (bahasa
Tagalog: Araw ng mga Guro)
ditetapkan tanggal 5 Oktober berdasarkan Perintah Presiden No. 479.Walaupun
demikian, hari guru biasanya dirayakan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah
menengah sekitar bulan September dan Oktober.
Di Hong
Kong: 10 September (hingga 1997: 28 September)
Di India: 5
September, Hari ulang tahun Presiden India Dr. Sarvapalli
Radhakrishnan yang juga seorang guru ditetapkan sebagai hari guru. Di
sekolah-sekolah diadakan perayaan, dan murid yang paling senior memainkan peran
sebagai guru.
Di Indonesia sendiri, Hari Guru
Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk
upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru,
kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan
tanpa tanda jasa.
Guru berasal dari
bahasa Sanskerta: गुरू yang arti
secara harfiahnya
adalah "berat". Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa
Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik.
Sosok guru
disebut sebagai pribadi yang harus digugu (ditaati
perintahnya) dan ditiru (diteladani
perilakunya), oleh karena itu menjadi guru memang bukanlah pekerjaan yang
ringan tetapi mengemban tugas dan amanah yang sangat besar agar dapat
membimbing murid-muridnya menjadi manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya adalah
manusia yang memiliki karakter yang baik dan berguna bagi hidup dan
kehidupannya.
Dalam Islam,
sosok Nabi Muhammad Saw. merupakan pribadi guru yang sempurna, amanah yang
diemban beliau sebagai seorang nabi sekaligus juga guru bagi umatnya. Allah
Swt. Telah merancang dan menyiapkan beliau sedemikian rupa sebagaimana
tercantum dalam al-Qur’an surat Al Jumu’ah ayat 2, serta Ali Imran ayat 164 :
هُوَ
الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ
ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ
كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“ Dia-lah yang
mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang
membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan
kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya
benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Al-Jumu’ah:2)
لَقَدْ
مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ
أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ
الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِين
“ Sungguh Allah telah memberi
karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka
seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka
ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al
Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka
adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.(Ali Imran :164)
Ayat-ayat di
atas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW. diutus oleh Allah SWT. kepada umatnya
untuk menanamkan ilmu sekaligus mensucikan jiwa mereka. Mensucikan berarti
membersihkan dari sifat-sifat buruk yang merupakan kebiasaan sebagian besar
masyarakat Makkah pada masa itu, seperti syirik, dengki, takabur serta prilaku
buruk lainnya seperti ,mabuk-mabukan, merampas hak orang lain, perzinahan dan
lain-lain. Nabi Muhammad SAW. membongkar pola pikir masyarakat jahiliyah
penyembah berhala hingga mereka menyadari akan kewajiban-kewajibannya menyembah
Allah SWT. sebagai pencipta, pengatur, pemelihara umat manusia. Penyucian jiwa
dan penyadaran sikap bertauhid dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. dengan
pengajaran dan pendidikan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi
masyarakat pada waktu itu.
Dalam surat Al
Ahzab ayat 21 Allah berfirman :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu
suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah
dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS al-Ahzab
[33]: 21).
Rasulullah saw adalah sebaik-baik
guru yang patut ditiru. Rasulullah saw menganggap betapa penting arti
pendidikan bagi perkembangan sebuah negara. Setelah perang Badar, Rasulullah
saw memerintahkan 70 orang kafir Quraisy yang menjadi tawanan perang untuk
mengajar kepada penduduk Madinah. Masing-masing dari mereka bertugas
mengajarkan baca dan tulis ke sepuluh anak-anak dan orang dewasa.Hasilnya, 700
orang penduduk Madinah terbebas dari buta huruf. Kemudian 700 penduduk yang
sudah bisa baca tulis diminta untuk mengajarkan kembali pada penduduk yang
lain. Sudah sepatutnya para guru mengaplikasikan sifat Rasulullah saw yang juga
menjadi sifat wajib Rasul lain dalam menjalankan profesinya:
1. Shiddiq
Shiddiq berarti benar.Tidak hanya
benar dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan. Berbuat curang di waktu
ujian nasional tentu bukanlah perbuatan yang sesuai dengan sifat yang
Rasulullah saw miliki.
Seorang guru dituntut untuk
mengajarkan kebenaran dan menjunjung tinggi kejujuran. Jika ada kecurangan yang
ia ketahui, ia akan berada di garda terdepan untuk mengingatkan yang lain. Ia
akan bekerja sepenuh hati tanpa takut dicaci-maki. Karena ia yakin, Allah
senantiasa mengawasi.Mengajarkan ilmu yang ‘salah’ juga bukan cerminan dari
sifat shiddiq. Ketika ada materi pelajaran yang tidak sesuai dengan pemahaman,
ia akan memilih mengungkapkan kebenaran.
2. Amanah
Amanah artinya dapat
dipercaya. Guru mempunyai akad ‘jual beli jasa’ dengan orangtua yang sudah
menitipkan anak-anaknya pada mereka. Ketika dia tidak melaksanakan tugasnya
dengan benar, maka ia bukanlah orang yang memegang amanah.
Mengurangi jam belajar atau
hanya memberikan tugas lalu meninggalkan kelas tanpa alasan jelas bukanlah
cerminan guru yang amanah.
Sekecil apapun gaji atau honor
yang diterima oleh guru, bukanlah menjadi alasan dia untuk mengabaikan akad
yang sudah ia ucapkan ketika memutuskan untuk mengajar. Guru yang amanah pun
tidak menjadikan kekerasan sebagai jalan mendisiplinkan anak didiknya.Ia akan
berlaku lemah lembut penuh kasih sayang. Motivasi akan senantiasa ia berikan
manakala ada muridnya yang merasa gagal dalam pelajaran.
Rasulullah saw dijuluki
sebagai al-Amin atau orang yang dapat dipercaya sejak beliau masih muda. Kafir
Quraisy pun tidak meragukan sifat Rasulullah saw tersebut.
3. Fathanah
Guru yang memiliki sifat
fathanah berarti ia cerdas dan bijak dalam melakukan perbuatan. Guru dituntut
untuk senantiasa mengembangkan ilmu yang ia ajarkan pada murid-muridnya. Guru
yang terus menerus menjunjung metode konvesional tanpa berinovasi tidaklah
memiliki sifat fathanah.Guru yang kembali melanjutkan kuliah hanya untuk
memperoleh gelar bukanlah guru yang fathanah.Guru yang rela membayar sejumlah
uang untuk membeli ‘titel’ bukan guru yang fathanah.
Guru yang fathanah adalah guru
yang bisa menjadikan murid-muridnya lulus 100% tanpa harus berbuat curang. Guru
yang senantiasa terbuka dalam menerima kritik yang datang dari siswa atau dari
guru yang lain. Guru yang senantiasa berkompetisi sehat dengan sesama guru yang
lain dalam mendidik generasi muda sebagai tonggak penerus masa depan.
Jika Rasulullah saw tidak
memiliki sifat fathanah, mustahil Islam bisa menyebar ke seluruh dunia. Dengan
sifatnya yang fathanah, Rasulullah saw berhasil mengajak kafir Quraisy untuk
masuk Islam. Strategi perang yang ia sarankan juga menghantarkan kemenangan
kaum muslimin di perang badar.
4. Tabligh
Tabligh berarti menyampaikan.
Guru memang tidak boleh pelit dalam memberikan ilmu. Ilmu yang bermanfaat akan
menjadi pahala yang terus mengalir bagi guru. Rasulullah saw tidak mungkin
menyembunyikan wahyu. Jika Allah SWT memberikan teguran padanya, beliau saw
akan memberitahukan pula pada kaum muslimin. Tanpa ada rasa malu.Tidak ada yang
ditutup-tutupi.
Jika melihat kemaksiatan, guru
seharusnya menyampaikan kebenaran walau nyawa jadi taruhan.Ia juga tidak segan
jika ancaman pencopotan jabatan senantiasa mengintai. Ia akan mengajak semua
pihak termasuk murid-muridnya untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan
Rasul-Nya di semua aspek kehidupan.
Jika akhirnya ia pun
dikucilkan oleh yang lain, ia pun tak risau. Karena ia yakin Allah SWT akan
selalu menemani. Kalaupun ia dipecat, ia yakin Allah SWT Maha Pemberi Rizki.
Menjadi guru adalah tugas
mulia.Jika guru dipandang sebagai profesi yang bisa menghasilkan materi semata,
tentu menjadi guru yang meneladani sifat Rasulullah saw sangatlah sulit untuk
dilakukan. Guru dituntut untuk bisa menahan amarah, senantiasa ikhlas, berlaku
lemah lembut sementara gaji yang mereka hasilkan tidak seberapa dibandingkan
dengan beban tanggung jawab yang harus mereka emban khususnya bagi guru
non-PNS.
Namun, menjadi seorang guru
akan menjadikan seorang hamba Allah senantiasa bertambah pahalanya. Rasulullah
saw bersabda:“Jika seseorang meninggal
dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah,
ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh,” (HR. Muslim).
Walaupun jasad sudah terbungkus kain kafan,
amalan seorang guru akan tetap mengalir jika ilmu yang ia ajarkan senantiasa
diamalkan dan diajarkan kembali oleh murid-muridnya. Dan kemuliaan itu akan ia
dapatkan pula di surga jika ia senantiasa mengingat Allah setiap waktu dan
menerapkan peraturan-Nya. Wallahu a’lam bishawab. []
SELAMAT
HARI GURU!!
Kutipan diambil
dari :