
Lembaga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga PT cukup banyak dan berkembang. Trend positip bagi kemajuan pendidikan di INDONESIA. Pendidikan memang memiliki peranan yang cukup besar untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia. Banyak pengelola sebuah lembaga pendidikan berangkat dari niat yang suci untuk berjuang meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia. Niat yang luhur dan tulus pengelola lembaga pendidikan tersebut mendapatkan respon positif yang begitu besar dari berbagai kalangan masyarakat dan bahkan pemerintah sehingga dukungan dari berbagai pihak baik yang berupa moril/spirit dan juga materil dengan mudah mengalir dan diperoleh oleh pengelola lembaga tersebut. Dengan sokongan yang begitu besar dan kepercayaan dari berbagai lapisan masyarakat sebagai bentuk harapan dan amanah yang diberikan akan terus menjadi penunjang keberhasilan dan berkembangnya sebuah lembaga pendidikan.
Dalam perjalanan waktu, sebuah lembaga pendidikan akan menjadi besar dan akan terus berkembang menjadi besar. Mulai ada sedikit pergeseran dimana orientasi pengelola lembaga pendidikan dihadapkan pada berbagai pilihan dan motif-motif yang cukup menggoda untuk selanjutnya merubah haluan dan niat suci yang sebelumnya betul-betul murni untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Hal ini akan sulit disadari secara langsung karena pergeseran nilai dan orientasi pengelola sebuah lembaga pendidikan yang luntur itu lebih disebabkan oleh nilai-nilai materi yang cukup besar dan menggiurkan sehingga orientasi yang semula akan terlupakan dengan sendirinya atau paling tidak ia akan menjadi bias diantara kepentingan-kepentingan pribadi para pengelola lembaga pendidikan tersebut.
Pernah dalam sebuah hadis Rasulullah Saw memperingatkan kepada umatnya tentang bahaya "Al Atsarah" , bahwa kamu nanti akan melihat orang-orang lebih cenderung berpikir dan bertindak hanya untuk mendapatkan dunianya saja sehingga kedepan ia tidak lagi berpikir tentang halal dan haram, bahkan bila perlu ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan duniawi. Inilah yang sering terlihat dan terjadi dimana orientasi seorang pengelola sebuah lembaga pendidikanpun kini lebih mengejar sesuatu yang bersifat duniawi sehingga terjadi kebobrokan moral yang tanpa disadari akan menghancurkan nilai-nilai dan arti yang agung dari pendidikan.